PROGRAM REMEDIAL KEPESANTRENAN
MENGURANGI BEBAN PESERTA DIDIK YANG BELUM BISA BACA AL-QUR’AN
Oleh : H.M. Maksus, S. Ag.
Koord. MGMP Kepesantrenan
“ Jangan sampai di MTsN Tambakberas ini yang notabene Madrasah dilingkungan pesantren ada siswa yang tidak mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan lancar dan tidak mampu menjalankan sholat dengan benar serta hafal bacaan-bacaanya“, demikian kira-kira statemen yang sering disampaikan oleh Bapak Kepala Madrasah pada forum-forum pertemuan baik formal maupun informal.
Kalimat yang sederhana dan syarat makna ini memiliki nilai yang dalam untuk di sikapi secara cerdas, karena ketrampilan dasar membaca Al-Qur’an , menjalankankan sholat 5 waktu dengan hafal seluruh bacaan-bacaannya bagi seorang anak umur masuk baligh merupakan dambaan orang tua dan ini merupakan salah satu cita-cita mulia demi terwujudnya generasi masa depan yang sholih dan sholihah.
Untuk menjawab statemen tersebut dan dalam rangka mewujudkan visi dan misi Madrasah maka Salah satu program MTsN Tambakberas adalah diadakan Uji TAKHOSSUS setiap semester untuk setiap peserta didik , dimana mereka diwajibkan menyelesaikan beberapa paket materi sebagai salah satu persyaratan untuk bisa mengikuti semester yakni :
- 1.Hafalan Juz ‘Amma ( sesuai dengan batasan masing-masing Kelas )
- 2.Membaca KItab
- 3.Praktek Ibadah
Bagi peserta didik baru ( kelas VII ) utamanya mereka yang belum mampu membaca teks-teks bertuliskan Arab maka ketika mendengar atau menghadapi materi-materi tersebut diatas secara psikis akan menimbulkan perasaan minder, takut dan lainnya, sehingga berimplikasi pada ketidaknyamanan dalam belajar,tidak mengikuti proses dan bahkan ingin pindah ke sekolah lain. Berbeda dengan mereka yang sudah memiliki kemampuan , tumbuh dan berkembang dari latar belakang keluarga dan lingkungan yang aktif melatih anak-anaknya belajar membaca Al-Qur’an dan tekun beribadah, maka materi Takhossus bukan merupakan sesuatu tantangan yang menakutkan.
Untuk meringankan beban psikis anak-anak yang terbebani dengan materi Takhossus, maka Kepala Madrasah melalui Kurikulum mengintruksikan agar materi tersebut disesuaikan dengan Mata pelajaran yang diajarkan dikelas dan ditambah alokasi waktunya. Sehingga pada Tahun Pelajaran 2011 -2012 materi-materi kepesantrenan untuk kelas VII yang sebelumnya ada 13 Mapel Kepesantrenan, dipadatkan menjadi 4 Mapel. Dari 4 mapel tersebut adalah bidang Baca Al-Qur’an , Fikih Praktek dan Baca Kitab, Baca Tulis , dan masing-masing bidang ditambah alokasi waktunya sesuai dengan isi dan standart yang ingin dicapai oleh Madrasah.
Langkah konkrit yang dilakukan tidak berhenti pada tehnis pengaturan mata pelajaran dan penambahan beban jam saja, akan tetapi upaya terus dilakukan sehingga peserta didik yang kurang mampu diharapkan merasa terbimbing dan diperhatikan untuk memiliki kompetensi yang sama dengan mereka yang sudah bisa.
Sebagai upaya untuk mengantarkan peserta didik lebih siap untuk dapat menyelesaikan tugas tersebut maka momentum Romadon tahun 1432 mulai tanggal 13 s/d 18 Agustus 2011 Kurikulum MTsN Tambakberas bidang Kepesantrenan telah mengadakan Remidial ( pembinaan baca Tulisan Arab/ Al-Qur’an ) untuk peserta didik kelas VII yang belum mampu membaca sebagai modal utama agar peserta tersebut dapat dan siap mengikuti paket Takhossus . Remidial untuk Baca Al-Qur’an ini difokuskan hanya peserta didik kelas VII tahun pembelajaran 2011 -2012 . Karena untuk kelas VIII dan IX untuk materi tersebut sudah pernah ditempuhnya.
Gagasan Remidial baca Al-Qur’an ini dalam prosesnya, Kurikulum bidang kepesantrenan melakukan tahapan-tahapan sebagai berikut :
Tahap pertama yang dilakukan untuk menjaring anak-anak yang kurang mampu adalah dengan mengidentifikasinya melalui pembelajaran bidang-bidang Mata pelajaran Kepesantrenan ( Fikih Praktek, Baca Kitab, Baca Tulis, Baca Al-Qur’an ) yang dilakukan oleh Tim Kurikulum bidang Kepesantrenan pada tanggal 24 Juli s/d 8 Agustus 2011. Dari hasil identifikasi tersebut hamper disetiap kelas VII - yang ada 17 kelas- baik Reguler maupun Unggulan terdapat siswa yang kurang mampu untuk membaca tulisan Arab, Jumlah peserta Remidial / pembinaan baca Al-Qur’an ini ada 50 siswa dan siswi yang kemudian dibagi menjadi 5 rombongan belajar ( Rombel ).
Tahap kedua
Pada tahap ini secara teknis dan terencana di bagi menjadi 3 Kelompok dari mulai kelas A, B dan C untuk Putra dan D, E dan F untuk kelas Putri, masing-masing dibina oleh 1 pembimbing ( Guru ) .Program baca Al- Qur’an ini dilaksanakan mulai Jam 07.00 - 09.00, untuk Putra dan Jam 09. 00 – 11. 00 untuk putri. Pendekatan pembelajaran yang dilakukan dengan Metode langsung Musyafahah ( Thoriqoh Mubaasyaroh Bil Musyafahah ).
Buku panduan yang dijadikan pegangan adalah Turutan (Juz Amma ) dan Iqro’ , dimana keduanya dipadukan didalam peroses pembelajaran yang bersifat praktis dan langsung. Dengan strategi ini dimaksudkan Pembina dapat mengetahui secara langsung kemampuan dasar yang dimiliki oleh anak-anak sehingga diharapkan dapat sesuai dengan target dan mencapai hasil yang maksimal. Sebagai acuan pembinaan ini Tim Kurikulum telah mengklasifikasi dan memerinci secara detail materi pembelajaran dari Buku Iqro mulai jilid 1 s/d 6 dan Turutan Juz ‘Amma sebagai berikut :
|
NO |
RINCIAN MATERI |
|
01 |
Melafalkan huruf Hijaiyyah tunggal |
|
02 |
Melafalkan Hurur-huruf yang dibaca pendek (Fathah,Dhommah, Kasroh) |
|
03 |
Melafalkan Huruf-huruf yang mengandung bacaan idhar |
|
04 |
Melafalkan huruf-huruf yang mengandung bacaan idghom |
|
05 |
Melafalkan Huruf-huruf yang mengandung bacaan ikhfa |
|
06 |
Melafalkan huruf-huruf yang mengandung bacaan iqlab |
|
07 |
Melafalkan huruf terakhir ketika Waqof |
|
08 |
Melafalkan huruf-huruf yang dibaca Mad |
|
09 |
Melafalkan huruf yang dibaca Tanwin ketika Waqof |
|
10 |
Melafalkan Ta Marbuthoh ketika Waqof |
|
11 |
Melafalkan huruf-huruf yang dibaca ghunnah |
|
12 |
Melafalkan kalimat yang mengandung AL SYAMSIYAH |
|
13 |
Melafalkan bacaan yang bertasdid |
|
14 |
Melafalkan bacaan yang mengandung bacaan ikhfa Syafawi |
|
15 |
Melafalkan bacaan yang mengandung bacaan idhar Syafawi |
|
16 |
Melafalkan bacaan yang mengandung bacaan idghom mutamatsilain |
|
17 |
Melafalkan lafad ALLAH apabila sebelumnya berharokat fathah / Dlommah |
Tahap ketiga
Pada Tahap ini dilakukan evaluasi hasil dari proses selama pembinaan, dimaksudkan Tim Kurikulum dapat mengetahui tingkat ketercapain yang diperoleh. Proses evaluasi dilakukakan dengan system munaqosah ( praktek baca ) dihadapan guru.



